Home » » Ciri-ciri Kepribadian Muslim

Ciri-ciri Kepribadian Muslim

Dengan menyimak pengertian dan batasan kepribadian muslim di atas, bahwa dasar kepribadian muslim adalah ajaran-ajaran Islam. Maka aspek-aspek yang dibangunnya tentu dilandasi dengan ajaran Islam pula..
Untuk itu adapun ciri-ciri kepribadian muslim diantaranya adalah:
1. Beriman
2. Beramal
3. Berakhlak Mulia.
1. Beriman
seseorang dikatakan berkepribadian muslim apabila didalam hatinya telah tertanam keimanan atau keyakinan tentang adanya Tuhan Allah Yang Maha Esa, Malaikat malaikat-nya, Kitab-kitab-nya, Rasul-rasul-nya, Hari Kiamat dan Qodarnya. Keyakinan itu disertai dengan pengakuan yang diucapkan dalam bentuk syahadat. Kemudian dibuktikan dalam bentuk amalan yang nyata yaitu beribadah kepada Allah.
Rumusan ini telah disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Nisa’ ayat 136 sebagai berikut:
يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا امِنُوْا بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ وَالْكِتبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلَى رَسُوْلِهِ وَالْكِتبِ
الَّذِيْ أَنْزَلَ مِنْ قَبْلِ وَمَنْ يَكْفُرُ باِللهِ وَمَلئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرَسُوْلِهِ وَالْيَوْمِ الاخِرِ
فَقَدْ ضَلََّ ضَللاً بَعِِيْدًا (النساء: )
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman , tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya serta kitab Allah yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitabnya, Rasul-rasul-Nya dan hari kemudian maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.53(Al-Nisa’:136).
Keimanan merupakan ciri pokok yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Dengan kepercayaan kepada Allah itu akan mempunyai efek kepercayaan kepada unsur lainnya yaitu percaya kepada Malaikat dan Rasul-Nya. Percaya kepada Rasul-Nya mengakibatkan percaya kepada kitab-kitab-Nya yang berisi peraturan dan ajaran-ajaran dari Allah selanjutnya akan percaya hari kiamat dan qodarnya.
2. Beramal.
Kepribadian muslim adalah kepribadian yang tingkah lakunya menunjukkan diri pengabdian kepada Allah.
Penyerahan dan pengabdian diri kepada Allah dan beramal sholeh yaitu berbuat kebaikan sesuai dengan ajaran-ajaran Islam yang tertulis dalam sabda nabi sebagai berikut:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْاِسْلاَمَ عَلَى خَمْسٍ
شَهَادَةُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلِ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ
وَالْحَجُّ وَالصَّوْمُ رَمَضَانَ (رواه البخارى)
Artinya: ”Dari ibnu Umar bersabda Rasulullah SAW.” Dirikanlah Islam atas lima perkara yaitu:
1. Mengakui tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah
2. Mengerjakan Sholat
3. Mengerjakan Puasa Ramadhan
4. Membayar zakat
5. Menuniakan ibadah haji bagi yang mampu.54(HR.Bukhari).
Kepribadian muslim adalah kepribadian dimana setelah ia beriman akan dilanjutkan dengan melaksanakan syariat Islam dengan patuh mengerjakan ibadah sesuai dengan rukun Islam dengan penuh kesadaran dan pengertian.
Allah juga mengingatkan bahwa barang siapa yang betul-betul beriman dan mengaharap perjumpaan dengan-Nya di akhirat supaya beramal sholeh, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Kahfi ayat 110 sebagai berikut:
قُلْ اِنَّمَا اَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوْحِىْ اِلَىَّ اَنَّمَا اِلهُكُمْ اِلهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاءَ
رَبِّهِ, فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا وَلاَ يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ اَحَدًا (الكهف: ۱۱۰)

Artinya: ”Katakanlah: sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku:”Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhan, maka hendaklah ia mengerjakan amal sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.55 (Al-Kahfi:110).

3. Berakhlak Mulia.
Berkahlak mulia merupakan tingkah laku atau budi pekerti yang diajarkan dalam Islam. Jadi selain mereka yang berkepribadian, mereka harus taqwa, taat menjalankan ajaran-ajaran agama, harus memiliki budi pekerti yang luhur atau akhlak yang mulia. Akhlak mulia menurut ukuran Islam ialah setiap perbuatan yang sesuai dengan apa yang diperintahkan dalam Al-Qur’an dan Hadits.
Tuhan telah memperintahkan kita untuk menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, sebagaimana firmannya dalam surat Al-Qoshos ayat 77 sebagai berikut:
وَابْتَغِ فِيْمَا اتكَ اللهُ الدَّارَ الْاخِرَةِ وَلاَتَنْسَى نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَااَحْسَنَ اللهُ اِلَيْكَ وَلاَتَبْغِ الْفَسَادَ فِيْ الْاَرْضِ اِنَّ اللهَ لاَيُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ (القصص: ٧٧ )
Artinya: ”Dan carilah apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan negeri akhirat), dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepadaorang lain) sebagaiman Allah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.56 (Al-Qoahos: 77)
Dari ayat tersebut jelaslah, Allah menghendaki agar umat manusia (terutama orang Islam) berbuat baik, berbudi pekerti luhur. Dan Allah sangat membenci orang-orang yang berbuat kerusakan dimuka bumi ini.
Akhlak mulia yang dikehendaki oleh Islam telah tercermin dalam pribadi Nabi Muhammad SAW. Beliau telah memberi contoh akhlak yang mulia yaitu melalui perkataan, perbuatan dan tingkah lakunya.
Ping your blog, website, or RSS feed for Free
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel baru yang terbit di Blog Kabar Pendidikan

0 comments:

 
Support : Kabar Pendidikan | Gudang Makalah | Grosir Laptop
Copyright © 2011. Makalah - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger